BI Belum Akan Naikkan Suku Bunga
Rabu, 26 Mei 2004 15:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia belum berniat menaikkan tingkat suku bunganya meskipun The Fed telah memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga AS. Alasannya, tingkat suku bunga di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain."Kalau The Fed hanya menaikkan 25 basis poin, itu masih bisa kita adsorb," kata Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution sebelum rapat dengan Komisi IX DPR RI membahas Lembaga Penjamin Simpanan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5/2004).Anwar menjelaskan, dengan tingkat suku bunga SBI 7,3 persen dan inflasi sekitar 5 persen, maka suku bunga riil masih di kisaran 2 persen. Mengenai lelang obligasi negara seri FR 0025 yang diputuskan tak ada pemenang karena yield terlalu tinggi, Anwar menyatakan bahwa hal itu justru memberi sinyal saat ini belum perlu ada kenaikan suku bunga. Mengenai terus melemahnya Rupiah, Anwar membantah salah satu penyebabnya adalah kelebihan likuiditas di pasar akibat adanya obligasi yang jatuh tempo dan tidak terserap dalam lelang obligasi negara. Menurut Anwar, kelebihan likuiditas telah disedot BI lewat Fasbi. Yang pasti, lanjut Anwar, secara fundamental kondisi Indonesia tidak ada yang perlu dikhawatirkan sehingga pelemahan Rupiah hanya bersifat sementara. Melemahnya Rupiah dari sisi domestik lebih disebabkan karena adanya pembelian dolar AS diatas normal oleh kalangan korporasi termasuk Pertamina karena melambungnya harga minyak dunia. "Itu yang perlu kita waspadai sekarang ini," tandas Anwar.
(qom/)











































