Deputi sektor Jasa Keuangan dan Perbankan Kementerian BUMN Parikesit Suprapto mengatakan dengan meningkatnya dana murah maka kemungkinan perbankan khususnya bank BUMN untuk menurunkan bunga kreditnya semakin terbuka.
"Diusahakan untuk meningkatkan dana murah, karena kalau ini terus dilakukan bunga kredit bisa single digit," ujarnya di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank pemerintah selalu berorientasi pada sektor riil sehingga bunga rendah akan membuat sektor riil bangkit. Kredit korporasi itu nantinya bagus di 8-9%," tambahnya.
Selain itu, Parikesit menyampaikan mengapa rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) perbankan BUMN masih sangat rendah. Menurutnya LDR bank BUMN yang rendah dikarenakan adanya obligasi rekap yang dihitung sebagai deposito di bank.
"Kalau obligasi rekap dikeluarkan maka LDR Bank BUMN bisa tinggi," tambahnya.
Dihubungi secara terpisah Direktur Ritel Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya memang terus mendorong komposisi dana murah.
Pada Januari 2011 komposisi dana murah Bank Mandiri mencapai 56,9% dari Desember 2010 yang mencapai 56,5%. "Ada peningkatan baik dari seluruh total Dana Pihak Ketiga (DPK) kami Rp 330 triliun," ujarnya.
(dru/dnl)











































