Pemerintah Minta Bank BUMN Genjot Dana Tabungan

Pemerintah Minta Bank BUMN Genjot Dana Tabungan

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 17:15 WIB
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian BUMN meminta bank plat merah untuk meningkatkan dana murah yakni tabungan dan giro, ketimbang deposito. Hal ini dilakukan untuk menurunkan biaya dana alias cost of fund yang menyebabkan suku bunga kredit perbankan tinggi.

Deputi sektor Jasa Keuangan dan Perbankan Kementerian BUMN Parikesit Suprapto mengatakan dengan meningkatnya dana murah maka kemungkinan perbankan khususnya bank BUMN untuk menurunkan bunga kreditnya semakin terbuka.

"Diusahakan untuk meningkatkan dana murah, karena kalau ini terus dilakukan bunga kredit bisa single digit," ujarnya di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Parikesit, selama ini bank BUMN memang didorong untuk menerapkan langkah efisiensi yang ketat. Sehingga, diharapkan rata-rata bunga kredit khususnya bunga kredit korporasi bisa di posisi 8-9%.

"Bank pemerintah selalu berorientasi pada sektor riil sehingga bunga rendah akan membuat sektor riil bangkit. Kredit korporasi itu nantinya bagus di 8-9%," tambahnya.

Selain itu, Parikesit menyampaikan mengapa rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) perbankan BUMN masih sangat rendah. Menurutnya LDR bank BUMN yang rendah dikarenakan adanya obligasi rekap yang dihitung sebagai deposito di bank.

"Kalau obligasi rekap dikeluarkan maka LDR Bank BUMN bisa tinggi," tambahnya.

Dihubungi secara terpisah Direktur Ritel Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya memang terus mendorong komposisi dana murah.

Pada Januari 2011 komposisi dana murah Bank Mandiri mencapai 56,9% dari Desember 2010 yang mencapai 56,5%. "Ada peningkatan baik dari seluruh total Dana Pihak Ketiga (DPK) kami Rp 330 triliun," ujarnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads