Perbankan Harus Mulai Lirik Kredit Investasi

Perbankan Harus Mulai Lirik Kredit Investasi

- detikFinance
Rabu, 26 Mei 2004 16:21 WIB
Jakarta - Perbankan disarankan mulai melebarkan sayapnya dengan mengucurkan kredit investasi setelah booming kredit konsumsi saat ini. Hal ini disebabkan masyarakat dalam satu sampai 2 tahun mendatang sudah jenuh terhadap kredit konsumsi. Sementara dari sisi perbankan sulit jika terus mengandalkan hidupnya dari kredit konsumsi.Hal ini disampaikan pengamat ekonomi dari Indef Aviliani dalam acara pemberian predikat bank terbaik 2004 versi Majalah Investor di Hotel Hilton, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/5/2004)."Saat ini bank harusnya sudah mulai memikirkan kredit investasi karena kredit konsumsi sudah mulai memasuki titik jenuh dan 1 sampai 2 tahun lagi mungkin masih bisa diharapkan. Tapi setelah itu sulit sekali karena pendapatan masyarakat tidak bertambah," kata Aviliani Kredit investasi bisa menjadi harapan besar untuk kelangsungan hidup bank mengingat kredit lain seperti modal kerja sudah sulit diharapkan karena turn overnya yang rendah. Sementara direktur kepatuhan Bank Danamon Muliadi Rahardja menolak anggapan Aviliani tersebut. Dia yakin masyarakat tidak akan jenuh terhadap kredit konsumsi mengingat untuk mengucurkan kredit investasi masih sulit dilaksakana karena sektor riil masih mengalami deindustrialisasi. Padahal, lanjut dia, untuk mengucurkan kredit investasi harus melibatkan dua pihak yakni bank dan industrinya sendiri. "Kalau kita saja yang membutuhkan, sementara industrinya tidak tentu tidak bisa berkembang. Saya setuju bank harus membangun keahlian di bidang lain mengingat industri saat ini sudah tersegmentasi pada keahlian-keahlian tertentu. Jadi kalau bank tidak mengerti industrinya sama saja dengan bunuh diri," tegasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads