"Jadi, total bank BUMN itu laba sekitar Rp 22 triliun di 2010," ujar Mustafa ketika ditemui disela penandatanganan perjanjian kredit sindikasi BRI dan BNI kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
Mustafa mengatakan, dari laporan keuangan sementara (unaudited) BRI mencatatkan laba terbesar mencapai Rp 9,03 triliun, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 8 ,8 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk sekitar Rp 3 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara sekitar Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Mustafa mengatakan penarikan dividen akan dikurangi di 2011 ini karena Kementerian lebih mendorong peningkatan kapasitas permodalan untuk meningkatkan ekspansinya.
"Dividen berkurang lebih ke orientasi pajak. Dengan jalur rights issue, dengan pengurangan dividen dan jalur usaha yang bergairah maka Bank BUMN meningkatkan kinerjanya masing-masing," tutur Mustafa.
Lebih jauh Mustafa mengatakan, bank BUMN akan difokuskan kepada lini bisnisnya masing-masing. Untuk sektor ritel banking, Mustafa mengatakan lini bisnis tersebut akan difokuskan kepada BRI dan Mandiri.
"Untuk khusus infrastruktur BNI menjadi bank yang akan bergerak ke sektor tersebut terakhir seperti diketahui BTN tetap akan mengembangkan sektor perumahan," terangnya.
(dru/dnl)











































