Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya indikasi praktek persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh 14 bank besar. Pasalnya struktur perbankan Indonesia kini dikuasai oleh 14 bank besar yang masuk ke dalam Systematically Important Bank (SIB), sehingga menimbulkan adanya praktek tidak sehat yang diderita 100 bank lain.
"Struktur masih dikuasai 14 bank saja, memang tidak serta merta tindakan monopoli tetapi biasanya kalau angkanya terbatas dari 121 bank, itu praktis yang 14 bank tidak ada perubahan. Biasanya kalau di sektor ekonomi ini disebut ada permainan yang tidak adil," ujar Ketua KPPU Nawir Messi dalam Konferensi Persnya di Gedung KPPU, Juanda, Jakarta, Selasa (9/3/2011).
Ia menjelaskan, KPPU tergugah untuk mengawasi persaingan di segala sektor-sektor ekonomi termasuk perbankan. Nawir mengatakan, KPPU akan membentuk satu tim khusus untuk meneliti hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih Jauh Nawir mengatakan dalam kondisi tersebut, produk perbankan sangat tersegmentasi dan masing masing bank masih memiliki market power walau jumlah bank relatif banyak.
Seperti diketahui BI memang mengelompokan bank yang masuk dalam SIB. Saat ini SIB terdiri dari 14 bank besar dimana mempunyai aset yang hampir 80% dari aset perbankan di Indonesia. Berikut 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia yang masuk kedalam SIB :
- PT Bank Mandiri Tbk dengan aset Rp 410,619 triliun (13,65% dari total aset bank)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan aset Rp 395,396 triliun (13,14%)
- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan aset Rp 323,345 triliun (10,75%)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan aset Rp 241,169 triliun (8,02%)
- PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan aset Rp 142,932 triliun (4,75%)
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan aset Rp 113,861 triliun (3,78%)
- PT Pan Indonesia Bank Tbk (Panin) dengan aset Rp 106,508 triliun (3,54%)
- PT Bank Permata Tbk dengan aset Rp 74,04 triliun (2,46%)
- PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dengan aset Rp 72,03 triliun (2,39%)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan aset Rp 68,334 triliun (2,27%).
Β











































