Menurut Direktur Riset Ekonomi & Kebijakan Ekonomi BI, Perry Warjiyo, setiap perhitungan tingkat suku bungaΒ mengacu pada pergerak inflasi nasional. Namun tidak hanya itu. Bank sentral dalam mengambil keputusan juga melihat tren apresiasi rupiah terhadap dolar AS.
"Tren akan naik. Tapi kapan itu, saya tidak bisa menjawab. Di sisi lain, dengan apreaisi, maka risiko kenaikan inflasi juga tidak terlalu besar dan dapat dikendalikan," jelasnya sebelum penyelenggaraan forum berdiskusi 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In A MultiiSpeed Global Economy' di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/3/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah bauran kebijakan ini, seperti apa ke depan liat likuiditas, suku bunga dan apresiasi, bagaimana nanti," tuturnya.
BI meyakini, setiap pergerakan kenaikan suku bunga, akan memiliki dampak signifikan. Diantaranya tingkat daya saing yang berubah, serta dampaknya kepada suku bunga domestik.
"Untuk tahun 2011 pun, uncertaint relatif lebih tinggi dibandingkan tahun lalu dengan adanya geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak. Dengan minyak naik, yang komoditas juga naik, akan ada tekanan inflasi. Ini sudah kita respons
(wep/qom)











































