"Tahun ini kita akan fokus di CASA (current account savings account). Tahun lalu kita masih hati-hati karena krisis yang terjadi di sampai akhir tahun 2009," kata Direktur Jaringan dan Distribusi CIMB Niaga Samir Gupta di Coffee Morning CIMB Niaga di Bangkok, Thailand, Jumat (11/3/2011).
Sampai akhir 2010 lalu, DPK perseroan mengalami kenaikan 37% menjadi Rp 117,83 triliun dibandingkan periode sebelumnya, Rp 86,25 triliun. Dari jumlah itu, deposito berjangka mencapai Rp 19,62 triliun atau 42% dari total DPK, sementara CASA juga naik menjadi Rp 11,96 triliun atau mencapai 30%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tabungan, jumlah pengguna kartu kredit perseroan juga naik menembus 1 juta kartu di 2010. Tidak hanya jumlah kartunya, namun nilai transaksinya pun meningkat dari Rp 1,4 triliun di 2009 menjadi Rp 2 triliun di akhir 2010.
"Pencapaian nilai transaksi kartu kredit di tahun 2010 itu sudah melebihi target kita," jelas Corporate Affairs CIMB Niaga Denny Suryo pada kesempatan yang sama.
Tahun ini, emiten berkode BNGA ini menargetkan kredit tumbuh 22% menjadi Rp 127,96 triliun dari pencapaian 2010, Rp 104,89 triliun. Perseroan sudah mencatat pertumbuhan kredit Rp 21,5 trilun sepanjang 2010, menjadi Rp 104,89 triliun.
(ang/dnl)











































