menargetkan penambahan kartu kredit baru hingga 450.000 selama tahun ini.
Demikian disampaikan oleh General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Dodit W Probojakti ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Senin
(14/03/2011).
"Pemegang kartu kredit BNI saat ini sekitar 1.650.000, nah ada target penambahan kartu kredti di 2011 hingga 450.000. Nilai transaksi (sales volume) kartu kredit BNI di 2011 diperkirakan dapat mencapai Rp 13,5 triliun yang berarti meningkat 38% dari 2010," ujar Dodit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
hanya tumbuh 9%.
" Sedangkan nilai transaksi naik 30% dan asset (outstanding balance) naik 23%," katanya.
Untuk meningkatkan transaksi kartu kredit, BNI menggandeng PT Pertamina (Persero) dan pemilik SPBU yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Swasta
Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengeluarkan kartu kredit khusus bernama "Gasoline Card".
Kartu kredit ini disediakan khusus bagi pemilik SPBU untuk membeli pesanan BBM kepada Pertamina dengan limit hingga Rp 950 juta. BNI menargetkan
penjualan melalui Gasoline Card bisa menembus angka Rp 1 triliun selama 2011.
"Gasoline Card merupakan sinergi BUMN yakni BNI, Pertamina dan Hiswana Migas yang merupakan kartu private label yang dikeluarkan BNI sebagai solusi untuk
para pemilik SPBU yang direkomendasikan oleh Hiswana Migas setempat," ujar Dodit.
Ia menjelaskan, fungsi Gasoline Card adalah menggantikan cash bagi para pemilik SPBU juga agen Elpiji jika mereka ingin memesan BBM ke Pertamina.
Sebagai private label, lanjut Dodit, batas kredit nya jauh lebih tinggi dari kartu kredit regular.
"Variasi credit limit nya dari Rp200-950 juta per pemilik SPBU. BNI sendiri menargetkan sales volume Gasoline Card di 2011 mendekati angka Rp 1 triliun," tambahnya.
Gasoline Card sudah di luncurkan di 13 kota besar di Indonesia sejak Oktober 2010 diantaranya di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Padang,
Pekanbaru. Hingga akhir Februari 2011, nilai transaksi sudah mencapi Rp 300 miliar.
(dru/hen)











































