Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Senin (21/3/2011).
"Per 18 Maret 2011 cadangan devisa RI itu mencapai US$ 103,3 miliar atau setara di atas 7 bulan impor dan pembayaran utang jangka pendek pemerintah," ujar Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Hartadi mengatakan minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia masih sama walaupun belakangan terjadi teror bom yang melanda.
"Untuk ancaman bom sejauh ini tidak ada pengaruhnya, hanya krisis Libya saja yang berdampak pada pasar terutama minyak," terangnya.
(dru/dnl)











































