"Kalau menerbitkan surat berharga di pasar, kita melihat kondisi pasar, kalau kondisi pasar kurang nyaman ya jangan dikeluarkan, tapi kalau Filipina mengeluarkan itu karena budget pressure artinya budget-nya mengharuskan untuk dikeluarkan sekarang, sedangkan kita tidak dalam kondisi budget pressure, makanya kita lebih baik mencari pasar yang kondusif," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
Bambang menyatakan Filipina menerbitkan global bond karena ada tekanan terhadap anggarannya. "Kalau di Filipina karena ada budget pressure, mereka harus cepat mengeluarkan. Kalau tidak anggarannya bisa bleeding," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bambang menegaskan pemerintah tetap akan menerbitkan global bond. Hanya saja perlu waktu yang tepat untuk menerbitkan instrumen tersebut. "Tapi waktunya harus pas kan sudah ditentukan lewat APBN, tak bisa dong kita tunggu sampai mepet kan tidak mungkin," ujarnya.
Dia menambahkan, penerbitan tersebut akan dilakukan pada saat pasar sedang bullish, tetapi tidak untuk saat ini karena pasar masih menunggu akibat bencana gempa dan tsunami di Jepang.
"Ya sekarang pasarnya lumayan tapi kan kondisi jepang ini membuat investor wait and see gitu, jadi kita tak mau masuk ketika kondisi pasar sedang tidak bullish," ujarnya.
Bambang tak khawatir global bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia bakal kalah saing dengan global bond pemerintah Filipina. Karena global bond Indonesia memiliki pasar sendiri.
"Kita kan punya pasar sendirilah, Jepangkan turun rating-nya, kita malah dalam kondisi lagi naik," pungkasnya.
(nia/dnl)











































