Tak Mau Tiru Filipina, RI Hati-hati Terbitkan Global Bond

Tak Mau Tiru Filipina, RI Hati-hati Terbitkan Global Bond

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 15:53 WIB
Tak Mau Tiru Filipina, RI Hati-hati Terbitkan Global Bond
Jakarta - Pemerintah tidak terburu-buru menerbitkan obligasi global atau global bond seperti Filipina. Apalagi saat ini kondisi anggaran pemerintah tidak berada dalam tekanan.

"Kalau menerbitkan surat berharga di pasar, kita melihat kondisi pasar, kalau kondisi pasar kurang nyaman ya jangan dikeluarkan, tapi kalau Filipina mengeluarkan itu karena budget pressure artinya budget-nya mengharuskan untuk dikeluarkan sekarang, sedangkan kita tidak dalam kondisi budget pressure, makanya kita lebih baik mencari pasar yang kondusif," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Bambang menyatakan Filipina menerbitkan global bond karena ada tekanan terhadap anggarannya. "Kalau di Filipina karena ada budget pressure, mereka harus cepat mengeluarkan. Kalau tidak anggarannya bisa bleeding," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Bambang menyatakan pertemuan dengan 3 negara tersebut belum menjamin adanya penerbitan global bond. "Itu kan non deal, jadi keputusannya kita menerbitkan, pada timing yang tepat bukan pada saat yang pertama," ujarnya.

Namun, Bambang menegaskan pemerintah tetap akan menerbitkan global bond. Hanya saja perlu waktu yang tepat untuk menerbitkan instrumen tersebut. "Tapi waktunya harus pas kan sudah ditentukan lewat APBN, tak bisa dong kita tunggu sampai mepet kan tidak mungkin," ujarnya.

Dia menambahkan, penerbitan tersebut akan dilakukan pada saat pasar sedang bullish, tetapi tidak untuk saat ini karena pasar masih menunggu akibat bencana gempa dan tsunami di Jepang.

"Ya sekarang pasarnya lumayan tapi kan kondisi jepang ini membuat investor wait and see gitu, jadi kita tak mau masuk ketika kondisi pasar sedang tidak bullish," ujarnya.

Bambang tak khawatir global bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia bakal kalah saing dengan global bond pemerintah Filipina. Karena global bond Indonesia memiliki pasar sendiri.

"Kita kan punya pasar sendirilah, Jepangkan turun rating-nya, kita malah dalam kondisi lagi naik," pungkasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads