Kenaikan laba yang signifikan tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan operasi usaha perusahaan.
"Hasil usaha dan kondisi keuangan kami di 2010 menunjukkan pencapaian yang baik di tengah pemulihan ekonomi global di akhir 2009," ujar Direktur Utama BSB Riyanto di sela konferensi persnya di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembiayaan di 2010 meningkat 25,94% dari sebesar Rp 1,29 triliun pada menjadi Rp 1,61 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya implementasi langkah BSB di bidang pembiayaan antara lain pengembangan UMKM dan melalui multifinance," tambahnya.
Rasio Pendanaan alias (FDR) tercatat mencapai 99,37% dan tingkat rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 3,80%. Dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) BSB tercatat sebesar 10,88%.
"Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 27,52% di 2010 atau Rp 350 miliar dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,6 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan adanya peningkatan deposito dan tabungan masing-masing 32,32% dan tabungan 17,19%," paparnya.
Dalam meraih kinerja tersebut, Riyanto mengatakan BSB didukung oleh jaringan kantor sebanyak 8 kantor cabang, 4 kantor cabang pembantu, 29 kantor layanan syariah, dan 20 pick up service dan payment point.
(dru/dnl)











































