Gubernur Jateng Keluhkan Bunga KUR 22% Ketinggian

Gubernur Jateng Keluhkan Bunga KUR 22% Ketinggian

- detikFinance
Jumat, 25 Mar 2011 10:40 WIB
Gubernur Jateng Keluhkan Bunga KUR 22% Ketinggian
Brebes - Pemerintahan Daerah (Pemda) mengungkapkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih dirasa cukup memberatkan bagi masyarakat pedesaan. Pemda meminta pemerintah pusat untuk meringankan kembali suku bunga KUR yang saat ini di posisi 22%.

Demikian isi sambutan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang dibacakan oleh Setda Bidang Ekonomi Pemda Jawa Tengah Sriyadhi di sela acara Pesta Rakyat Simpedes BRI di Brebes, Jawa Tengah, Jumat (25/3/2011).

"KUR di Jawa Tengah terus berkembang dengan baik namun bagi UMKM suku bunga sekitar 22% dirasa masih perlu dikaji," jelas Bibit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, walau plafon KUR hingga Rp 20 juta dirasa sudah sangat cukup namun perlu dipertimbangkan kembali mengenai suku bunganya. Karena, peminat KUR masih sangat banyak namun terbentur suku bunga.

"Perlu dipertimbangkan kembali bagi Pemerintah Pusat dan bank pelaksana agar memberikan keringanan mengenai suku bunga KUR ini," kata dia.

Lebih jauh, Bibit dalam isi sambutannya mengatakan skema KUR merupakan sebuah instrumen yang luar biasa. Bahkan ke depan, Bibit optimistis di Jawa Tengah melalui skema KUR dapat menyerap 5 juta pekerja dan meningkatkan kesejahteraan lebih jauh.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads