PwC Indonesia menyatakan, marjin bunga bank di RI bakal terus berada di posisi 6% hingga tahun ini.
Demikian disampaikan Ashley Wood dalam paparan hasil survei PwC Indonesia kepada eksekutif bank BUMN, lokal, asing, atau daerah, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang NIM masih tergolong tinggi. Faktor utamanya adalah tingginya inflasi dan penerapan risk premium yang juga lebih tinggi," jelasnya.
Meski diprediksi pertumbuhan pinjaman dan deposito bisa tumbuh double digit pada 2011, ia menambahkan masih terdapat kendala untuk mewujudkannya. Utamanya tetap kompetisi yang semakin kuat, juga situasi politik dan pencarian pegawai berbakat.
"Sebanyak 55% responden menyatakan keprihatinan mereka akan kelangkaan pegawai berbakat. Ada 16% diantaranya, responden memilih menggunakan remunerasi keuangan untuk menarik dan mempertahankan pegawai berbakat yang terbaik. Sisanya pakai cara pelatihan dan mentoring," papar Ashley.
Situasi politik juga nenjadi hambatan pencapai pertumbuhan perbankan. Meski Indonesia berada dalam situasi politik stabil, namun pandangan bahwa politik muncul sebagai kendala bank di seluruh dunia. Ini didapat dari hasil survei PwC Global-Banking Banan Skins 2010,
Dalam survei juga tergambar, eksekutif lebih memilih organic growth dalam mewujudkan target dan merupakan strategi utama di 2011, dibandingkan akusisi.
"Sebanyak 36% bankir berencana akan membuka sekitar 25% kantor cabang di 2011. Hanya 17% yang membuka cabang dengan jumlah yang sama," tuturnya.
(wep/dnl)











































