Bank RI Keruk Untung Bunga Paling Tinggi

Bank RI Keruk Untung Bunga Paling Tinggi

- detikFinance
Jumat, 25 Mar 2011 11:18 WIB
Bank RI Keruk Untung Bunga Paling Tinggi
Jakarta - Perbankan di Indonesia dinilai mengeruk untung dari bunga paling tinggi dibanding bank-bank di kawasan ASEAN. Ini terlihat dari selisih atau marjin bunga (Net Interest Margin/NIM) bank di Indonesia yang tinggi.

PwC Indonesia menyatakan, marjin bunga bank di RI bakal terus berada di posisi 6% hingga tahun ini.

Demikian disampaikan Ashley Wood dalam paparan hasil survei PwC Indonesia kepada eksekutif bank BUMN, lokal, asing, atau daerah, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marjin bunga perbankan di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara, yang umumnya hanya 3-4%. Marjin bunga bersih perbankan di Indonesia yang mencapai 6%, juga lebih tinggi dibandingkan China dan India.

"Memang NIM masih tergolong tinggi. Faktor utamanya adalah tingginya inflasi dan penerapan risk premium yang juga lebih tinggi," jelasnya.

Meski diprediksi pertumbuhan pinjaman dan deposito bisa tumbuh double digit pada 2011, ia menambahkan masih terdapat kendala untuk mewujudkannya. Utamanya tetap kompetisi yang semakin kuat, juga situasi politik dan pencarian pegawai berbakat.

"Sebanyak 55% responden menyatakan keprihatinan mereka akan kelangkaan pegawai berbakat. Ada 16% diantaranya, responden memilih menggunakan remunerasi keuangan untuk menarik dan mempertahankan pegawai berbakat yang terbaik. Sisanya pakai cara pelatihan dan mentoring," papar Ashley.

Situasi politik juga nenjadi hambatan pencapai pertumbuhan perbankan. Meski Indonesia berada dalam situasi politik stabil, namun pandangan bahwa politik muncul sebagai kendala bank di seluruh dunia. Ini didapat dari hasil survei PwC Global-Banking Banan Skins 2010,

Dalam survei juga tergambar, eksekutif lebih memilih organic growth dalam mewujudkan target dan merupakan strategi utama di 2011, dibandingkan akusisi.

"Sebanyak 36% bankir berencana akan membuka sekitar 25% kantor cabang di 2011. Hanya 17% yang membuka cabang dengan jumlah yang sama," tuturnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads