Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (25/3/2011).
"Itu tergantung Pak Agus (Menteri Keuangan). Saya senang kalau jalurnya tidak beda. Kita cari rumusan yang terbaik. Bagi pemerintah dan operator, Menko Perekonomian, Menkeu, BUMN, sejalan," jelas Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini b to b (business to business) saja, BNI dengan Bahana. Kita sebisa mungkin minim intervensi," tambahnya.
Mustafa mengatakan, bisnis sekuritisasi BNI bakal tembah kuat dengan masuknya Bahana Securities. Karena Bahana rencananya akan digabungkan dengan BNI Securities.
"Saat Bahana bersedia masuk grup, ini positif. Dua sekuritas menjadi kuat. Pernyataan keinginan (dari BNI) sudah masuk. Kalau tingkat kewenangan sampai pemegang saham. Komunikasi kita sesuai," tuturnya.
Manajemen BNI menyatakan keinginannya untuk mengincar salah satu dari dua perusahaan BUMN yang bergerak di insititusi keuangan yaitu Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas.
BNI bermimpi untuk dapat menukar salah satu perusahaan tersebut dengan obligasi rekap senilai Rp 17 triliun.
(wep/dnl)











































