Produksi Bakal Turun, Newmont Cari Utangan Bank

Produksi Bakal Turun, Newmont Cari Utangan Bank

- detikFinance
Minggu, 27 Mar 2011 13:30 WIB
Bogor - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah  mengitung terkait kondisi Tambang Batu Hijau Sumbawa Barat yang sudah memasuki fase (pengerukan) keenam. Pada fase ini diperkirakan produksi tambang Batu Hijau akan menurun.

Pada fase keenam, proses pengerukan akan mendapatkan bebatuan dengan kandungan emas dan tembaga yang sangat kecil (waste). Sehingga dibutuhkan tambahan dana untuk menopang biaya  pembukaan fase baru.

"Sekarang kita memang sedang usahakan pinjaman dari luar," ujar Presiden Direktur NNT  Martiono Hadianto di Hotel Salak Bogor, Sabtu (25/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martiono mengungkapkan NNT sedang melakukan pengajuan pinjaman kepada konsorsium 3 bank yang berasal dari dalam dan luar negeri. Bank yang berasal dari dalam negeri adalah Bank Mandiri, sedangkan yang dari luar negeri berasal dari BNP Paribas dan Sumitomo Mitsui

Namun Martiono tidak mau menyebutkan berapa jumlah pinjaman dari ketiga bank tersebut. Sambil tersebut lebar Martiono bilang, "Aku ketawa aja," kilahnya.

Martiono menambahkan, NNT tidak panik dengan terjadinya penurunan produksi yang dialami oleh salah satu tambang garapannya ini.

"Semuanya kan sudah diperhitungkan, nggak ada masalah," ujarnya sambil tersenyum

Seperti diketetahui NNT memperkirakan produksi emasnya dari tambang Batu Hijau Sumbawa akan menurun sekitar 60%. Tambang Batu Hijau saat ini sudah memasuki fase pengerukan keenam.

Diproyeksikan produksi emas Tambang Batu Hijau di 2011 hanya sekitar 226-288 ribu ounce. Sedangkan untuk produksi tembaga di tahun ini adalah 247 juta pound.
Berdasarkan hitungan, produksi emas NNT pada 2011, 2012, 2013 mengalami penurunan, kemudian  akan meningkat lagi di 2014.

NNT mencatat produksi emas di 2010 mencapai 737 ribu ounce dan tembaga mencapai 542 juta pound. Sepanjang 2010, Newmont berhasil meraup penjualan sebesar 656 ribu ounce emas dan 489 juta pound tembaga.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads