Hal ini disampaikan oleh Ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi dalam bincang-bincang Standard Chartered Bank perihal perekonomian Indonesia terkait krisis Timur Tengah dan Jepang di Crown Plaza Hotel, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
Jadi inflasi akan menyentuh kisaran tertingginya di kuartal II-2011, sehingga akan berpengaruh ke BI Rate di akhir kuartal II atau justru di awal kuartal III dengan kenaikan 25 bps," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Maret, kita prediksi deflasi sekitar minus 0,1 persen, dengan year on year 6,9%," ujar Eric.
Menurut Eric, ada tiga faktor yang menyebabkan deflasi tersebut yaitu beberapa daerah yang telah masuk masa panen beras, adanya kebijakan pemerintah berupa pembebasan bea masuk terhadap komoditas pangan, dan penguatan rupiah.
Sementara untuk inflasi sepanjang 2011, Ia menambahkan inflasi diprediksi berada pada level 7% dengan catatan pemerintah tidak melakukan kenaikan BBM dan tidak ada pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.
"Serta harga minyak dunia yang hanya mencapai US$105 bph. Itu down side risk-nya," tambahnya.
Dengan inflasi yang rendah tersebut, maka BI Rate untuk Maret 2011 masih akan tetap bertahan di 6,75%. "Tingkat inflasi yang terkendali bahkan adanya deflasi menyebabkan BI Rate tidak akan goyah di 6,75%," tuturnya.
(dru/dnl)











































