Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini usai paparan kinerja Kuartal IV-2010 Bank Mandiri diΒ Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
"Tahun kemarin saja dengan kredit tumbuh 24% aset bertambah Rp 46 triliun nah kalau di 2011 ini tumbuh 20% maka kemungkinan mencapai angka itu (Rp 500 triliun) sangat ada," ujar Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mementingkan kualitas. Dimana, kita ingin market caps mencapai Rp 225 triliun, saat ini dengan harga saham Rp 6.500 market caps tepat pada hari ini menembus Rp 150 triliun," tegasnya.
Zulkifli menambahkan, selama 2010-2014 Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit bisa terus tumbuh pada kisaran 20-22%. Lebih lanjut Zulkifli mengatakan selama 2010 Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 9,21 triliun atau meningkat 28,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,15 triliun.
Pendapatan bunga Bank Mandiri sampai akhir tahun 2010 sebesar Rp 34,95 triliun, meningkat 7,2% dari tahun 2009 sebesar Rp 32,59 triliun. Sedangkan beban bunga tercatat turun sebesar 5,9% menjadi Rp 14,88 triliun dari tahun 2009 sebesar Rp 15,82 triliun.
Adapun pendapatan bunga ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 24% menjadi Rp 246,2 triliun di tahun 2010, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 198,5 triliun.
"Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (NII) tercatat Rp 20,07 triliun pada tahun 2010, naik 28% dibanding 2009 sebesar Rp 16,8 triliun. Jadi selain dari peningkatan NII, juga dari perolehan laba dari anak-anak perusahaan yang mencapai Rp 1,11 triliun," tukas Zulkifli.
Bank Mandiri memiliki lima anak usaha, antara lain, Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, AXA Mandiri, Bank Sinar Harapan Bali dan Mandiri Tunas Finance.
"Disamping itu kami juga mampu meningkatkan perolehan fee based income, sebesar 53,9% dari Rp 5,66 triliun menjadi Rp 8,72 triliun," tandas Zulkifli.
Β
Selain itu, Bank Mandiri menyatakan hanya menyetor giro wajib minimum (GWM) tambahan sebesar Rp 2 triliun dari dana yang disiapkan sebesar Rp 3 triliun terkait kebijakan LDR-GWM yang diberlakukan Bank Indonesia (BI).
Pasalnya, rasio pinjaman terhadap simpanan alias LDR bank Mandiri telah mencapai 72% atau hanya kurang sebesar 6% dari ketentuan minimum yang ditetapkan BI di level 78%-100%.
"Jadi LDR kita per Februari itu sekitar 71-72%, jadi kurang 6%. Nah kalau dihitung-hitung jadi sekitar Rp 2 triliun untuk tambahan GWM," timpal Direktur Strategi dan Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansyuri.
Dikatakan Pahala, Per Desember 2010 sendiri LDR Bank Mandiri berada di posisi 67,58%, dari total penyaluran kredit sebesar Rp 246,20 triliun dan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 362,21 triliun.
"Ke depan kita menargetkan pertumbuhan kredit ada di atas target DPK kita. Nah dengan demikian LDR kita secara bertahap akan mengalami peningkatan juga," tutur Pahala.
Di tahun 2011 sendiri, bank pelat merah tersebut menargetkan pertumbuhan kredit konservatif sebesar 20-22%.
(dru/hen)











































