YLKI: Bank Harus Tanggung Jawab Soal Sepak Terjang Debt Collector

YLKI: Bank Harus Tanggung Jawab Soal Sepak Terjang Debt Collector

- detikFinance
Kamis, 31 Mar 2011 13:25 WIB
Jakarta - Perilaku penagih utang alias debt collector kerap meresahkan nasabah karena terkadang menggunakan cara yang tidak manusiawi. Bank tetap harus bertanggung jawab atas berbagai perilaku debt collector tersebut.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, jika perilaku debt collector tidak sesuai dengan etika, sudah seharusnya pihak bank memberikan sanksi tegas.

"Bank tidak bisa lepas tanggung jawabnya. Kontrol dari debt collector itu sepenuhnya ada ditangan bank," ujar Ketua YLKI Husna Zahir ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (31/3/22011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Husna, debt collector itu merepresentasikan bank-nya sendiri dalam penagihan kredit. Bagaimana cara debt collector tersebut menagih utang tentunya sesuai dengan arahan pihak bank. "Bank harus hati-hati dan peduli juga terhadap nasabahnya, bagaimanapun perlindungan nasabah menjadi nomor satu," tegasnya.

Lebih jauh Husna memberikan saran jika nasabah ada masalah mengenai pelunasan kredit ada baiknya langsung menghubungi pihak bank yang bersangkutan. Jadi menurutnya jangan menunggu sampai ditagih.

"Itu diperlukan untuk mencari jalan keluar, jadi jangan didiamkan saja itu akibatnya justru utang atau tagihan bertumpuk. Dan itu bisa dikejar-kejar debt collector," tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjut Husna begitu menyadari ada kesulitan pembayaran jangan pernah takut menghubungi bank bersangkutan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa (50) tewas dalam proses pelunasan kredit kepada debt collector Citibank.Korban pada Selasa (29/3) pagi mendatangi kantor Citibank untuk melunasi tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Menurut korban, tagihan kartu kredit Rp 48 juta. Namun pihak bank menyatakan tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta.

Di situ, korban kemudian dibawa ke satu ruangan dan ditanya-tanya oleh 3 tersangka. Usai bertemu 3 tersangka, korban kemudian tewas di depan kantor tersebut.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy Pramono mengatakan, korban tewas setelah mendatangi Menara Jamsostek.

"Dia datang ke Citibank bermaksud menanyakan jumlah tagihan kartu kreditnya yang membengkak," kata Gatot saat dihubungi wartawan, Rabu (30/3).

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads