"Kesepakatan ini bertujuan untuk mendayagunakan dan mensinergikan sumber daya yang ada di BI dan kementerian koperasi dan UKM. Selain itu, sebanyak 50% dari UKM kita belum tersentuh jasa perbankan, dengan ini kita harapkan dapat terus meningkat," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution disela acara penandatangan MoU dengan Kemenkop UKM di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Menurut Darmin, BI dan Kemenkop akan meningkatkan akses pembiayaan dan pengembangan koperasi, UKM dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontribusi koperasi dan UKM terhadap PDB (pendapatan domestik bruto) nasional mencapai 56,5%. Atas dasar tersebut, MoU ini bisa mengembangkan kontribusi koperasi dan ukm lebih baik lagi," ujarnya.
Kemenkop UKM mencatat, sampai saat ini 99% pelaku perekonomian Indonesia berasal dari koperasi dengan jumlah 177.483 unit, dan UKM yang berjumlah 52,7 juta unit usaha.
"Untuk tenaga kerja, 97% diserap oleh pelaku koperasi dan UKM," katanya.
Dengan MoU tersebut BI dan Kemenkop UKM akan menyinergikan program, termasuk program pembinaan oleh Kemenkop UKM, dan program tabunganku oleh BI.
"Jadi selain kita memiliki perwakilan dan terus melakukan koordinasi dengan semua daerah, kita juga ada program Tabunganku untuk meluaskan upaya akses keuangan yang menyeluruh sehingga para pelaku dapat memanfaatkannya, karena Tabunganku ini tidak ada potongan," timpal Darmin.
(dru/hen)











































