Cetak Laba Rp 25,43 Triliun, Bank BUMN Minta Dividen Dikurangi

Cetak Laba Rp 25,43 Triliun, Bank BUMN Minta Dividen Dikurangi

- detikFinance
Sabtu, 02 Apr 2011 14:05 WIB
Cetak Laba Rp 25,43 Triliun, Bank BUMN Minta Dividen Dikurangi
Jakarta - Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) cetak laba Rp 25,43 triliun di akhir tahun 2010, naik 45,89% dari perolehan laba tahun 2009 lalu sebanyak Rp 17,43 triliun. Meski labanya naik, keempat bank BUMN ini justru meminta pengurangan setoran dividen.

Seperti dikutip dari laporan keuangan seluruh bank BUMN, Sabtu (2/4/2011), pendapatan bunga empat bank pelat merah itu juga tercatat naik 21,36%, dari perolehan pendapatan bunga di tahun 2009 sebesar Rp 65,7 triliun, menjadi Rp 79,74 triliun di akhir tahun 2010.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 11,2 triliun sepanjang 2010 lalu. Naik 56% dibandingkan laba bersih di 2009 yang sebesar Rp 7,3 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencapaian laba bersih ini didorong oleh pendapatan bunga yang cukup tinggi mencapai Rp 44,6 triliun di 2010. Naik dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 35,3 triliun.

Sementara PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) catat laba Rp 915,93 miliar di 2010, melonjak 86,75% dari perolehan laba tahun sebelumnya Rp 490,45 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan pun naik, dari Rp 2,14 triliun di akhir 2009 menjadi Rp 3,32 triliun.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meraup laba sebesar Rp 4,1 triliun di akhir tahun 2010, angka ini naik 65% dari perolehan laba di tahun 2009 pada periode yang sama Rp 2,48 triliun.

Bank dengan logo 46 itu mencatat kenaikan pendapatan bunga sebanyak 5% dari Rp 11,13 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 11,72 triliun.

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk meraih laba sebesar Rp 9,22 triliun atau naik 28,8% dibanding 2009 sebesar Rp 7,16 triliun.

Pendapatan bunga bersih Bank Mandiri naik dari Rp 16,8 triliun pada 2009 menjadi Rp 20,1 triliun di akhir tahun 2010, atau tumbuh 20%.

Dengan laba yang naik tinggi ini, keempat bank pemerintah tersebut meminta pengurangan setoran dividen tahun ini. Alasannya, untuk lebih meningkatkan kredit dan kinerja pada tahun 2011.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN mengaku akan mempertimbangkan permintaan para bank yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.


(ang/nrs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads