BI Yakin Beban Bunga Tambahan GWM Tidak Memberatkan
Senin, 07 Jun 2004 16:32 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tidak akan menanggung beban besar meski berencana mengenakan bunga atas tambahan Giro Wajib Minimum (GWM) dalam waktu dekat. Hal ini karena bunga yang diberikan jumlahnya tidak terlalu besar."Kalau jumlahnya 20 persen mungkin akan membebani, tapi kalau hanya kecil tentu beban kita tidak besar," kata Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan BI Muliaman Hadad di Gedung BI, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin, (7/6/2004).Menurut Muliaman, rencana BI untuk mengenakan bunga tersebut karena BI tidak ingin muncul anggapan kenaikan GWM bisa menaikkan tingkat suku bunga pinjaman. Sedangkan besarnya bunga yang akan dikenakan, akan diperhitungkan dengan mempertimbangkan bagaimana agar bank tidak dirugikan disamping tidak memberatkan beban BI.Sementara Dirut Bank Permata Agus Martowardoyo di tempat terpisah mengatakan, kalangan perbankan akan menyambut gembira pemberian bunga atau jasa giro atas kenaikan GWM tersebut."Ini satu langkah yang ditunggu perbankan, pasti kita menyambut gembira karena dana yang ditaruh selama ini tidak mendapatkan bunga," kata Agus.Agus menilai bank Permata belum akan menaikkan bunga pinjaman meski ada kenaikan GWM. "Kita harus lihat dampaknya pada cost of fund kita kalau cuma marjin mengecil, kita biasanya akan menahan, karena untuk apa kondisi yang sudah bagus ini (bunga rendah) harus naik lagi. Tapi, tetap kita tidak bisa menjanjikan tingkat bunga tidak naik," kata dia.Saat ini BI menetapkan GWM untuk rupiah sebesar lima persen dan dolar AS sebesar tiga persen.
(mi/)











































