BI: Layanan Priority Banking Rawan Kejahatan

BI: Layanan Priority Banking Rawan Kejahatan

- detikFinance
Selasa, 05 Apr 2011 19:43 WIB
BI: Layanan Priority Banking Rawan Kejahatan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui layanan priority banking yang diberikan untuk nasabah-nasabah kaya, rawan kejahatan. Aturan layanan khusus perbankan ini bakal disempurnakan BI.

Demikian disampaikan oleh Peneliti Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan BI Ahmad Berlian di Gedung BI, Jakarta, Rabu (5/4/2011).

"Priority banking fungsinya untuk memberikan kemudahan. Tetapi itu menimbulkan peluang untuk berbuat kejahatan. Makanya itu nanti dikaji," jelas Ahmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang seperti diketahui, kasus Malinda Dee menjadi pelajaran bagaimana dia bisa membobol dana nasabahnya di Citibank yang masuk layanan priority banking. Malinda menjabat sebagai Relationship Manager di Citibank yang menangani nasabah-nasabah kaya.

"Salah satu yang akan disempurnakan adalah apakah Relationship Manager perlu dibatasi jumlahnya atau aspeknya. Semua bank di dunia ini ada best practice-nya. Edukasi sangat penting," tukas Ahmad.

Layanan priority banking biasanya didapatkan nasabah bank dengan dana Rp 500 juta ke atas. Pelayanan yang diberikan pun istimewa, tak seperti nasabah-nasabah pada umumnya.

Seperti diketahui, kasus pembobolan dana nasabah Citibank oleh Malinda Dee alias Inong Malinda telah menggegerkan masyarakat.

Malinda yang merupakan mantan Relation Manager dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No.15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No.25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No.8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah menyampaikan rilis mengenai kasus ini. Mereka menjamin perlindungan bagi dana milik nasabahnya terkait kasus penggelapan dana miliaran itu. Citibank menegaskan semua nasabah aman dan akan diberi penggantian bagi yang dirugikan.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads