Sudah Telepon Ratusan Kali, Citibank Ngaku Susah Tagih Utang Irzen

Sudah Telepon Ratusan Kali, Citibank Ngaku Susah Tagih Utang Irzen

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2011 18:09 WIB
Sudah Telepon Ratusan Kali, Citibank Ngaku Susah Tagih Utang Irzen
Jakarta - Pihak Citibank mengaku sudah ratusan kali menghubungi Irzen Octa untuk menagih utang kartu kreditnya. Namun tetap saja mentok dan sulit menagih utang tersebut.

Hal ini disampaikan oleh VP Costumer Care Citibank Hotman Simbolon dalam rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

"Dalam hal penagihan, pihak kita itu telah menghubungi Irzen cukup susah, yaitu 125 kali ditambah 50 kali, ditambah 37 kali jadi sekian ratus kali. Dan dari sekian ratus kali kita menghubungi hanya sebanyak 34 kali bisa diangkat," tutur Hotman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hotman mengatakan, pihak Citibank sulit berhubungan dengan Irzen untuk menyelesaikan tagihan kartu kredit.

"Berhubungan ke rumah juga susah. Alamat yang ada juga, bahkan kita tidak bisa visit, Agency (debt collcetor) juga menghubungi tapi tidak tahu bagaimana ketemu beliau. Dia hanya pernah datang 2 kali," papar Hotman.

Namun memang naas, ketika Irzen bisa mendatangi kantor Citibank di Menara Jamsostek, Irzen tewas yang diduga karena ulah debt collector. Akibatnya, penggunaan debt collector kembali menuai kecaman..

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Eddy dalam rapat kerja di DPR juga telah membeberkan kronologi kejadian tersebut, yakni:

Senin, 28 Maret 2011

Rumah Irzen Octa didatangi utusan dari Citibank yang mengundang Irzen ke Menara Jamsostek menyelesaikan masalah kartu kredit.

Selasa, 29 Maret 2011
Pukul 10.08 WIB

Irzen datang ke Menara Jamsostek bertemu leader collection BT, kemudian memerintahkan A menyiapkan tagihan kartu kredit tersebut. A membawa Irzen ke ruang Cleopatra, yang biasa disebut ruangan negosiasi.

Pukul 11.20 WIB

Korban (Irzen) dipersilakan masuk ditemui tersangka A dan tidak lama kemudian ada tersangka D dan tersangka H. Dua tersangka ini dari Taketama (PT Taketama Star Mandiri, agensi penagihan piutang). A ini dari Fanimas.

Di dalam ruangan ini korban masuk ruangan tidak ada apa-apa. Berdasar keterangan tersangka, di dalam ruangan terjadi beberapa hal yaitu ketika korban diperintahkan duduk,Β  tersangka menggebrak meja, menendang kursi tempat duduk korban, kemudian menepuk tangan dan bahu korban.

Pukul 12.00 WIB

Satu jam terjadi tanya jawab, akhirnya Irzen ditinggalkan sendirian.

Pukul 12.10 WIB

Ada dua orang saksi melihat melalui kaca ruangan, korban sudah jatuh di lantai, kaki terbujur dan mengeluarkan air liur. Saksi ini menyampaikan kepada salah satu tersangka yaitu tersangka A, dia hanya tertawa saja. Saksi melihat kondisi Irzen saat hendak makan siang.

"Klien sudah jatuh, coba panggil dokter," kata si A. Barulah bereaksi siapa yang dihubungi. Di HP korban ada yang tanda miscall yakni dari Pak T, teman korban. Pak T datang dan melihat korban sudah tidak bernyawa.

Setelah itu aparat Polsek datang. Korban dibawa ke RS Mintohardjo, tapi korban sudah meninggal. Lalu korban dirujuk ke RSCM.

"Ini keterangan saksi dan keterangan tersangka. Kata salah satu tersangka ada yang bilang, 'Biarin aja dia, pura-pura saja kali pingsan,'" kata Gatot.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads