Hal ini disampaikan oleh CEO BMF Irawan Massie di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
"Sudah ada sekitar 4.000-6.000 nasabah, kita kasih Rp 1 juta per orang. Kami padahal baru merealisasikan BMF Desember kemari, awalnya 2 cabang di Karawang, 6 cabang di Bogor. Kemudian Purwakarta, Tangerang, lalu ke Cirebon, Jawa Timur, Purbolinggo, Bondowoso, dan sebagainya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irawan mengatakan, kredit tanpa jaminan ini bebas macet. Caranya, petugas BMF terus aktif mendatangi nasabah. Bahkan seminggu sekali nasabah didatangi. "Petugas bisa mendatangi 400 orang setiap minggu, jadi beda dengan bank konvensional yang didatangi nasabah," jelas Irawan.
Dia mengatakan, keluarga Bakrie memberikan modal awal Rp 25 miliar untuk BMF, dan menurutnya akan segera ditingkatkan untuk mengejar 1 juta nasabah dalam 5 tahun ke depan.
"Yang penting menunjukkan kemampuan manajeman kita, kalau rating naik maka semakin bagus. Target tahun ini 200 ribu nasabah. Perlu biaya untuk operasional operasi, ini diharapkan dari bagi hasil," kata Irawan.
Irawan pun pede, BMF bakal balik modal dalam 3 tahun. "Kita kasih Rp 1 juta, mereka (nasabah) tiap minggu balikin Rp 25 ribu selama 50 minggu, jadi mereka balikin Rp 1,25 juta jadi sangat ringan," jelasnya.
BMF fokus kepada ibu-ibu yang menjalani usahanya. Namun tak lepas kemungkinan untuk mengucurkan kepada kaum laki-laki juga.
(dnl/qom)











































