BI Pastikan Indover Selesaikan Tunggakan Tahun Ini

BI Pastikan Indover Selesaikan Tunggakan Tahun Ini

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2011 12:54 WIB
BI Pastikan Indover Selesaikan Tunggakan Tahun Ini
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan pengembalian sisa pelunasan dana Bank Indover kepada seluruh kreditur dari Pengadilan wilayah Amsterdam, Belanda melalui kuratornya diselesaikan tahun ini.

Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmojo mengatakan untuk penyelesaian proses hukumnya akan selesai di 2013 paling lambat.

"Sisa dana kepada krediturnya akan dilakukan tahun ini, mudah-mudahan selesai. Tetapi untuk proses hukumnya paling lambat di 2013," ujarnya ketika ditemui di sela acara peresmian Hutan Kota LPPI di Gedung LPPI, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ardhayadi, proses hukumnya memang panjang dikarenakan masih ada dispute terkait kreditur yang mengklaim masih mempunyai tagihan. Oleh karena itu, lanjut Ardhayadi proses pengadilan di Amsterdam bisa memakan waktu.

"Memang prosesnya lama karena ada verifikasi tagihan terlebih dahulu. Namun dipastikan pelunasan dana kreditur bisa ditahun ini, yang lama hanya proses hukumnya saja," tuturnya.

Adapun sisa dana para kreditur kurang lebih kurang 30% lagi setelah adanya pelunasan di awal tahun 2010 lalu.

Indover atau NV De Indonesische Overzeese Bank merupakan anak usaha BI dan salah satu cikal bakal bank di Tanah Air yang berkedudukan di Amsterdam. Sebelumnya, Bank Indover merupakan cabang dari De Javasche Bank yang didirikan pada 1891.

Saat krisis finansial global memuncak pada Oktober 2008, bank itu mengalami permasalahan likuiditas dan sempat gagal bayar.

Akibatnya, pengadilan Belanda  melikuidasi Indover pada 1 Desember setelah tenggat 31 Oktober 2008 bank itu tidak diselamatkan BI. Padahal, beberapa bank nasional menempatkan dana di Indover, di antaranya:

  • BRI sebesar US$ 60 juta
  • Bank Mandiri US$ 31 juta
  • BNI US$ 27 juta
  • Bank Lippo US$ 5 juta (kini merger menjadi Bank CIMB Niaga)
  • Bank Ekonomi Raharja 19.239 euro.
 

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads