RI Diusulkan Terapkan 2 Mata Uang untuk Redam Gejolak Rupiah
Selasa, 08 Jun 2004 13:24 WIB
Jakarta - Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo Budi Rochadi mengusulkan diterapkannya dua mata uang untuk membatasi pengaruh faktor eksternal ke dalam negeri terkait dengan melemahnya rupiah. Misalnya, dengan membentuk mata uang Indonesian dolar."Perlu dikaji metode yang ampuh untuk membatasi pengaruh eksternal ke internal, seperti misalnya yang dilakukan di Cina dengan menerapkan dua mata uang. Misalnya, Indonesian dolar yang dijamin dengan emas," ungkap Budi saat menjalani fit and proper test calon Deputi Gubernur Senior (DGS) BI di Komisi IX, Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (8/6/2004).Meski demikian, kata Budi, usulan tersebut perlu dikaji secara mendalam mengingat belum tentu hal itu cocok untuk Indonesia meski sangat berhasil diterapkan di Cina.Cara lainnya, lanjut Budi, mengikuti model Malaysia yang mematok ringgit dengan dolar AS. Budi juga mengusulkan dilakukannya monitoring yang ketat atas transaksi-transaksi valas untuk menghindari adanya spekulasi disamping perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah, karena pemerintah lah yang biasanya membutuhkan dolar sangat besar. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan Pertamina.Budi juga menilai penurunan rupiah akhir-akhir ini disebabkan oleh dua faktor, yakni eksternal dan internal, di mana pasar sedang menunggu kenaikan tingkat suku bunga dari the Fed sehingga menimbulkan ketidakpastian. Faktor lain adalah internal yang berupa munculnya spekulasi.
(mi/)











































