Demikian disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (12/4/2011).
"Inflasi saat ini memang menurun, tapi tekanan ke depan masih tinggi. Ke depan risiko tekanan inflasi masih cukup tinggi karena harga komoditi internasional, selain itu karena kuatnya permintaan domestik dan tingginya ekspektasi inflasi," jelas Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi global tetap masih menghadapi risiko ketidakpastian yang melanda Eropa dan potensi gangguan produksi pasca gempa dan tsunami Jepang. Kenaikan harga minyak dan pangan dunia diperkirakan masih berlanjut, sehingga memberikan inflasi di banyak negara maju maupun emerging ekonomi termasuk Indonesia," kata Darmin.
Di 2011 ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 6-6,5%, dan 6,1-6,6% di 2012. Ditopang investasi dan ekspor yang masih kuat.
(dnl/qom)











































