Uang Primer Naik Rp 4,46 Triliun
Rabu, 09 Jun 2004 17:06 WIB
Jakarta - Posisi uang primer pada 7 Juni 2004 mengalami peningkatan Rp 4,46 triliun menjadi Rp 151,99 triliun. Peningkatan ini terjadi karena naiknya peredaran uang kertas dan logam yang diedarkan dan penurunan saldo giro perbankan di Bank Indonesia (BI).Sementara, posisi cadangan devisa pada pekan pertama Juni 2004 sebesar 35,65 miliar dolar AS, atau turun 817,10 juta dolar AS dari posisi pekan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri.Mengenai tagihan bersih kepada pemerintah pusat, BI mencatat kenaikan sebesar Rp 13,71 triliun sehingga mencapai Rp 170,45 triliun yang terutama berasal dari dropping Dana Alokasi Umum (DAU) dan pembayaran dana bagi hasil migas.Sedangkan Kredit Likuiditas BI (KLBI) relatif tidak mengalami perubahan pada posisi Rp 13,52 triliun. Sedangkan Operasi Pasar Terbuka (OPT) secara netto memberikan pengaruh kontraksi sebesar Rp 2,88 triliun.Dengan perkembangan ini maka Net Domestic Asset (NDA) pada minggu ini memberikan pengaruh ekspansi sebesar Rp 10,23 triliun terhadap uang primer, sehingga mencapai negatif Rp 17,25 triliun.
(mi/)











































