Demikian disampaikan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)Β Subintoro kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (14/3/2011).
"Ini modusnya gali lubang, tutup lubang. Misalnya ada nasabah A, di debet Rp 5 miliar. Kemudian Rp 5 miliar ini masuk ke perusahaan dia. Nanti ditutup lagi dengan nasabah B, yang mendebet Rp 10 miliar. Yang Rp 5 miliar ditutup ke rekening awal, yang Rp 5 miliar disetor ke perusahaan. Didebet lagi nasabah lain yang besar nantinya, misalnya Rp 20 miliar, ditutup yang Rp 10 miliar dan yang Rp 10 miliar masuk ke perusahaan dia. Terus aja. Jadi buka lubang tutup lubang itu seperti itu," papar Subintoro menceritakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai jumlahnya masih dilihat lebih jauh berapa tepatnya tetapi ada puluhan. Setelah selesai dilakukan audit khusus akan kita lihat lagi perkembangannya," ujar Subintoro.
Sebelumnya, Kepala PPATK Yunus Husein memang mengakui bahwa ada pejabat dan tokoh terkenal yang menjadi klien MD. "Mantan pejabat ada. Ada tentu saja yang terima laporan ke saya," ujar Yunus di Gedung PPATK, Rabu kemarin (13/4/2011).
Ia menambahkan PPATK masih menelusuri lebih jauh mengenai besaran dana yang digelapkan dan terindikasi adanya money laundering. "Jumlah miliaran jelas, tapi anda bisa salah hitung nanti. Dia masuk bank A, lari ke B, ke C, double counting nantinya jadi dilihat dulu lebih jauh," tuturnya.
Dikatakan Yunus, dalam modusnya MD memiliki lebih dari satu rekening. Menurutnya ada beberapa rekening yang digunakan MD dalam melakukan pencucian uang ini. "Ada beberapa rekening lah pastinya," kata Yunus.
Malinda Dee alias Inong Malinda kini telah ditahan karena diduga menggelapkan dana nasabah Citibank. Mantan Relationship Manager (RM) Citibank itu diduga mengalirkan dana nasabah Citibank ke sejumlah perusahaan. Dalam aksinya, Malinda diduga bekerjasama dengan karyawan Citibank lainnya.
Atas kasus Malinda tersebut, BI telah menegur Citibank karena tidak melakukan rotasi RM. BI menduga terjadinya kasus pembobolan dana nasabah oleh Malinda itu akibat tidak dilakukannya rotasi, sehingga RM bisa melakukan kolusi.
(dru/qom)











































