Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam Seminar Nasional bertajuk "Masih Amankah Uang Kita di Bank?" di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
"BI akan meningkatkan pengawasan lebih mendalam ke bank. Jadi selain bank harus melakukan pengecekan setiap transaksi 2-3 kali, bank juga haruas mengecek kalau ada perubahan perilaku pegawai yang bekerja di wilayah-wilayah strategis, itu harus ditanyai," jelas Halim
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Halim, harus ada unit khusus untuk melakukan pengecekan. Terutama untuk memitigasi risiko operasional bank.
BI, lanjut Halim, mulai fokus mengawasi bank berdasarkan risiko.
"Dan tahun depan BI akan full laksanakan pengawasan berdasarkan risiko. Selama ini kan hanya berdasarkan kepatuhan pelaksanaan ketentuan yang ada. Tapi berikutnya kami lakukan evaluasi kalau SOP sudah dilaksanakan apakah akan masih muncul risiko-risiko," paparnya.
Terkait kasus pembobolan dana nasabah Citibank oleh Malinda Dee, penggunaan blanko kosong seperti yang terjadi merupakan sebuah pelanggaran SOP. Namun, Halim sendiri mengaku BI sulit mencegah hal tersebut karena terjadinya kolusi itu antara nasabah dengan karyawan bank.
"Kalau kolusi nasabah dan pegawai ya susah," imbuhnya.
(dru/qom)











































