Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Stephen Juwono dalam konferensi pers tahunan AAJI di The Plaza, Sudirman, Jakarta, Jumat (15/4/2011).
"Dari total investasi tersebut sekitar Rp 123,06 triliun atau 78,21% ditempatkan pada instrumen pasar modal seperti saham obligasi, SUN, dan reksa dana." ujar Stephen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2010 penempatan dana investasi asuransi jiwa di deposito tercatat sebesar Rp 20,14 triliun, atau naik 31,39% dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
"Investasi di berbagi instrumen tersebut telah menghasilkan imbal hasil senilai Rp 23,91 triliun, tumbuh 20,96% dari tahun sebelumnya senilai Rp 19,82 triliun," tambahnya
Total pendapatan asuransi jiwa di 2010 mencapai Rp 102,42 triliun, naik 25,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah aset asuransi jiwa tumbuh sekitar 24,40% menjadi Rp 174,77 triliun.
"Fakta ini memperlihatkan bahwa tingkat kesehatan asuransi jiwa nasional semakin membaik," jelasnya.
AAJI mencatat hingga 2010, sebanyak 33 juta orang saat ini tertanggung sebagai peserta asuransi. Kedepan, seiring dengan pertumbuhan ekonomo AAJI mengharapkan pertumbuhan lebih baik dari jumlah peserta asuransi.
(dru/dnl)











































