BI : Bunga Kredit Turun Lebih Cepat

BI : Bunga Kredit Turun Lebih Cepat

- detikFinance
Minggu, 17 Apr 2011 14:20 WIB
Jakarta - Pengumuman suku bunga dasar kredit (SBDK) alias prime lending rate per 31 Maret 2011 lalu memberikan tekanan yang cukup berarti bagi penurunan rata-rata suku bunga kredit perbankan. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan suku bunga turun lebih cepat akibat pengumuman SBDK.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (17/4/2011).

"Karena diumumkannya SBDK, dampaknya terhadap penurunan bunga kelihatannya lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Muliaman.
Β 
Menurutnya, tekanan untuk bunga turun kelihatan lebih nyata belakangan ini. "Mudah-mudahan kurang dari 3 bulan tingkat bunga kredit rata-rata akan lebih rendah," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh Muliaman mengatakan saat ini BI masih menghitung secara rata-rata berapa besaran penurunan bunga kredit. Tetapi, lanjut Muliaman tekanan dari penurunan bunga kredit cukup kuat.

β€Žβ€‹"Persis turunnya belum bisa disampaikan, namun tekanan turunnya cukup kuat," kata Dia.

Seperti diketahui, SBDK bank mulai 31 Maret 2011 telah dirilis. Dari daftar SBDK bank-bank besar dengan aset di atas Rp 10 triliun, diketahui bahwa BCA adalah bank dengan suku bunga Kredit Perumahan (KPR) paling murah, sementara Bank Danamon mematok suku bunga kredit komersial non-KPR paling mahal.

Aturan yang berlaku mulai hari ini tersebut, dimaksudkan agar bank memacu efisiensinya sehingga bunganya lebih rendah lagi.

Perlu diingat, SDBK ini bukanlah bunga yang sesungguhnya diberikan bank kepada nasabahnya. Besaran bunga kredit riil yang akan diberikan ke nasabah tergantung oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran bunga kredit riil itu antara lain, tenor (jangka waktu), uang muka, jaminan atau agunan, dan risiko. Jadi jangan heran jika bunga kredit yang diberikan bank ke nasabah tak sesuai dengan SDBK yang diumumkan tersebut.


(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads