Hal itu disampaikan Direktur Operasi BJBR Dadang Agus Suryanto kepada pers saat meresmikan Kantor Cabang BJB di Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (18/04/2011).
Menurutnya kantor cabang di Pekanbaru merupakan cabang ke-51 setelah Denpasar, Makassar, Balikpapan dan Hasyim Ashari di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Kepala Cabang Bank BJBR Mohamad Ruli mengatakan, pihaknya optimis mampu meraih target Dana Pihak Ketiga (DKP) pada tahun pertama beroperasi di Riau sebesar Rp 400 miliar. Dari target Rp 400 miliar tersebut, sekitar 30% atau setara Rp 120 miliar dikembalikan dalam bentuk kredit bagi pelaku usaha di Riau.
"Kita optimis mencapi target tersebut karena kondisi pembangunan dan pertumbuhan di Riau tanpa Migas saja bisa 7% lebih di atas rata-rata nasional. Sektor usaha lainnya bidang pertanian dan perkebunan kemudian industri berbasis sumber daya alam hingga akan adanya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional tahun 2012 kita yakini berdampak positif bagi dunia perbankan," kata Ruli.
Walau demikian, bank BJB Cabang Pekanbaru tetap akan memberlakukan standar operasional perusahaan dalam uji kelayakan sebelum memberikan pengucuran kredit bagi pelaku dunia usaha.
"Semua proses kredit yang akan kita salurkan tetap mengacau pada feasibility study. Begitu juga penyaluran bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar Rp 40 miliar atau sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan," jelasnya.
Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Pekanbaru Hari Utomo mengatakan, bahwa total asset Bank BJBR dari 11 provinsi di Indonesia telah menyamai total asset perbankan yang ada di wilayah Riau.
"Aset perbankan di Riau dengan 41 jumlah bank, hampir sama dengan asset Bank BJB. Jasa perbankan di Riau diperkirakan terus tumbuh yang ditandai tingginya permintaan CPO, hasil industri sumber daya alam dan PON Riau tahun 2012," katanya.
(cha/hen)











































