Laba bersih tersebut ditopang dari pendapatan operasional terutama penyaluran dana. Pendapatan dari penyaluran dana mencapai Rp 3,45 triliun, naik 38,55% dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 2,49 triliun.
Sementara itu dari total pembiayaan yang disalurkan hingga akhir 2010 tercatat sebesar Rp 23,97 triliun atau naik 49,21% dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 16,06 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah dengan porsi 66,36% dan sisanya adalah pinjaman kepada korporasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ddana pihak ketiga (DPK) BSM selama 2010 juga meningkat sekitar 49,96%, dari Rp 19,34 triliun menjadi Rp 29 triliun pada akhir 2010. Peningkatan DPK itu menopang pertumbuhan aset yang mencapai Rp 32,48 triliun, naik 47,40% dari 2009 yang sebesar Rp 22,04 triliun.
Selama 2010, modal BSM meningkat sekitar 26,25% dari semula Rp 1,6 triliun menjadi Rp2,02 triliun. Peningkatan modal terjadi karena adanya peningkatan modal disetor dan laba perusahaan.
Hingga akhir 2010 rasio kecukupan modal BSM mencapai 10,60% menurun dibandingkan akhir 2009 yang sekitar 12,39%. Meski demikian, induk usaha PT Bank Mandiri Tbk telah menyuntikan modal Rp 200 miliar pada 19 Maret 2011 sehingga meningkatkan rasio kecukupan modal menjadi hampir 12%.
"Dengan dukungan masyarakat dan stakeholders, BSM terus menunjukkan kinerja yang baik. Ke depan, BSM akan terus meningkatkan kinerjanya," jelas Yuslam.
(dru/dnl)











































