Demikian disampaikan Dekan dan Chief Executive Asian Development Bank, Masahiro Kawai dalam sebuah seminar di Hong Kong seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/4/2011).
"Dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi yang baik, negara-negara Asia terus menghadapi aliran modal yang menimbulkan tantangan besar dalam manajemen makroekonomi dan reformasi sektor finansial," ujar Kawai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Kawai itu muncul setelah Bank Sentral di Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia mulai memperlambat lonjakan nilai mata uangnya terhadap dolar AS.
Pekan lalu, kelompok 24 negara maju dan berkembang menolak rencana IMF untuk melakukan pengelolaan aliran dana dengan menyatakan kebijakan itu mestinya diserahkan ke masing-masing negara.
(qom/dnl)











































