BI akan Panggil Manajemen Bank Mega

BI akan Panggil Manajemen Bank Mega

- detikFinance
Minggu, 24 Apr 2011 14:45 WIB
BI akan Panggil Manajemen Bank Mega
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan memanggil pihak manajemen Bank Mega terkait kasus dugaan pembobolan dana deposito PT Elnusa Tbk (ELSA) senilai Rp 111 Miliar. BI akan meminta keterangan dari Bank Mega terkait kasus tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari Bank Mega maupun aduan dari pihak Elnusa.

"Kita belum dapat laporan dari Bank Mega. Kita akan panggil Bank Mega," kata Difi kepada detikFinance, Minggu (24/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, kata Difi, BI belum dapat memastikan apa letak permasalahan dari kasus ini. Sehingga belum diketahui apakah masalah ini dipicu dari tindakan oknum pegawai, atau sistem manajemen risiko yang lemah di Bank Mega.

"Belum ada laporan resmi. Ini belum jelas akan dipanggil Bank Mega secepatnya, kita minta keterangan," ucapnya.

Sebelumnya, aparat dari Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap Direktur Keuangan PT Elnusa Santun Nainggolan terkait pembobolan rekening PT Elnusa. Santun diduga terlibat dalam pembobolan rekening perusahaannya sendiri senilai Rp 111 miliar.

"Tersangka dijerat dengan pasal penggelapan jabatan, perbankan dan money laundering," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Yan Fitri Halimansyah.

Pihak manajemen Elnusa merasa terkejut bahwa dana penempatan dalam bentuk deposito Rp 111 miliar telah cair. Padahal deposito awal yang ditempatkan di Bank Mega sebesar Rp 161 miliar tercatat pada 7 September 2009. Kemudian pada 5 Maret 2010, sebagian dana Rp 50 miliar telah dicairkan manajemen Elnusa, sehingga total deposito yang seharusnya masih tersimpan adalah Rp 111 miliar.

"Hari Selasa, polisi datang dan menanyakan apakah Elnusa punya deposito  di Bank Mega, Cabang Cikarang. Namun berdasarkan keterangan lisan dari Kepala Cabang telah dicairkan. Kami sangat terkejut, dana tidak ada," kata Dirut Elnusa  Suharyanto.


(hen/wep)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads