Demikian diungkapkan oleh Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Ronald Waas ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (25/4/2011).
"Seperti di Malaysia, kita maunya lebih transparan dan lebih ketat," ujar Ronald.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya kita yang ingin itu turun, dan mestinya risiko terjadinya kemacetan turun akan turun. Oleh karena itu suku bunga harus turun," katanya.
Ronald menambahkan, terkait suku bunga, BI sendiri telah melihat pentingnya untuk diturunkan. Menurut Ronald, suku bunga layaknya sebuah harga sehingga perlu dipublikasikan.
"Tapi suku bunga kan sebetulnya kayak harga dari sesuatu. Maka kita perbaiki prosesnya, mereka harusnya dan jadi peninjauan juga bagi bank," tuturnya.
Sebelumnya, AKKI mengusulkan penurunan bunga kartu kredit. "Sebenarnya memang sudah lama BI mendorong adanya penurunan bunga kartu kredit agar tidak mencekik nasabah. Nah, kita ajukan itu saat ini, dan bukan terkait juga dengan kasus meninggalnya nasabah kartu kredit salah satu bank," ujar GM AKKI Steve Marta.
Bunga kartu kredit yang saat ini mencapai 3-4% dinilai cukup tinggi sehingga banyak nasabah yang akhirnya menunggak. Steve mengatakan bunga kartu kredit dimungkinkan untuk turun menjadi 2-3%.
"Ya dimungkinkan menjadi 2-3%. Tapi ini semua masih dalam pembahasan bersama BI," jelas Steve.
(dru/ang)











































