"Infrastruktur itu kredit investasi, term of project. Untuk listrik ada Rp 10 triliun tambahan lagi, dari Rp 13 triliun komitmen kita," jelas Direktur Utama BBNI, Gatot Suwondo, di kantornya Jakarta, Rabu (27/4/2011).
Ia menambahkan, dari komitmen Rp 13,3 triliun kredit kelistrikan ini sebanyak Rp 7 triliun sudah teralisasi. Angka terakhir merupakan pembiayaan atas beberapa proyek power plant yang tengah berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga triwulan I 2011, total komitmen proyek infrastruktur dari BBNI mencapai Rp 43,6 triliun. Selain dari power plant, kredit juga disalurkan pada sektor telekomunikasi Rp 5,54 triliun, dan sektor transportasi serta jalan tol Rp 24,8 triliun.
"Tingkat pencairan rata-rata 50% dengan pencairan paling besar pada sektor telekomunikasi dan power plant," ujarnya. Khusus sektor jalan tol, Gatot mengakui masih mengalami kendala pencairan karena rumitnya pembebasan lahan di sejumlah daerah.
"Yang krusial adalah tol. Kalau oke, kredit. Tapi pembebasan lahan sering mandek," paparnya. Sepanjang tahun ini perseroan menargetkan peningkatan kredit 17-20% dibandingkan periode sebelumnya tahun lalu.
(wep/ang)











































