Bank Bukopin Cetak Laba Rp 155,75 Miliar

Triwulan I-2011

Bank Bukopin Cetak Laba Rp 155,75 Miliar

- detikFinance
Minggu, 01 Mei 2011 13:10 WIB
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 155,75 miliar pada kuartal I-2011 atau naik 43,61% dibandingkan pada kuartal I-2010.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi optimistis hingga akhir tahun 2011 perseroan mampu meraih pertumbuhan laba bersih 20-30% dibandingkan tahun 2010. 

“Kami berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 43,61% menjadi Rp 155,74 miliar pada triwulan ini. Kami menargetkan hingga akhir tahun 2011 Bank Bukopin mampu meraih pertumbuhan laba bersih 20-30% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu kami juga akan memacu pertumbuhan melalui kemitraan strategis seperti yang kita jalankan sebelumnya," ujar Glen melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (1/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 17,5% dari Rp 408 miliar di kuartal I-2010 ke Rp 479 miliar pada kuartal I-2011.

Bank menengah yang fokus pada pengembangan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) ini juga berhasil membukukan lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 32%.

Dimana pada triwulan ini Bukopin berhasil mengumpulkan DPK sebesar Rp 43,93 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp 33,29 triliun.

Lonjakan terbesar DPK dikontribusikan oleh lonjakan Giro dan Tabungan yang masing-masing sebesar 49,07% dan 43,94%, atau Rp 11,48 triliun untuk Giro dan Rp 9,03 triliun untuk Tabungan.

Sedangkan posisi Deposito naik 21,23% menjadi Rp 22.12 triliun pada kuartal pertama ini. Posisi ini mendorong posisi  Current Account, Saving Account (CASA) Bukopin meningkat menjadi 47% kuartal I-2011 dibanding CASA tahun lalu sebesar 43%

“Pencapaian ini sejalan dengan target yang diberikan Perseroan untuk memaksimalkan sumber-sumber dana berbiaya rendah. Dengan naiknya perolehan DPK maka perolehan ini mendorong pendapatan bunga bersih Perseroan dan memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham,” tambah Glen.

Pada triwulan pertama 2011, total kredit Bank Bukopin menjadi Rp 26,31 triliun dibandingkan perolehan tahun 2010 sebesar Rp 25,52 triliun. Pencapaian positif ini ditopang oleh lonjakan Kredit Konsumer sebesar 35,5% yoy dan Komersial sebesar 58,72%

Peningkatan kinerja tersebut berdampak pada peningkatan posisi ekuitas yang tumbuh sebesar 50,17% dari Rp 2,63 triliun menjadi hampir Rp 3,95 triliun di triwulan I-2011. Hal ini juga mendorong rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan naik menjadi 16,73% di triwulan pertama ini.

PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 155,75 miliar pada kuartal I-2011 atau naik 43,61% dibandingkan pada kuartal I-2010 yang sebesar Rp .
Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi optimistis hingga akhir tahun 2011 perseroan mampu meraih pertumbuhan laba bersih 20-30% dibandingkan tahun sebelumnya
 “Kami berhasil membukukan kenaikan Laba Bersih sebesar 43,61% menjadi Rp 155,74 miliar pada triwulan ini. Kami menargetkan hingga akhir tahun 2011 Bank Bukopin mampu meraih pertumbuhan laba bersih 20-30% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu kami juga akan memacu pertumbuhan melalui kemitraan strategis seperti yang kita jalankan sebelumnya," ujar Glen melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (1/5/2011).
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 17,5% dari Rp 408 miliar di kuartal I-2010 ke Rp 479 miliar pada kuartal I-2011.
Bank menengah yang fokus pada pengembangan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) ini juga berhasil membukukan lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK” sebesar 32%. Dimana pada triwulan ini Bukopin berhasil mengumpulkan DPK sebesar Rp 43,93 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp 33,29 triliun.
Lonjakan terbesar DPK dikontribusikan oleh lonjakan Giro dan Tabungan yang masing-masing sebesar 49,07% dan 43,94%, atau Rp 11,48 triliun untuk Giro dan Rp 9,03 triliun untuk Tabungan.
Sedangkan posisi Deposito naik 21,23% menjadi Rp 22.12 triliun pada kuartal pertama ini. Posisi ini mendorong posisi  Current Account, Saving Account (CASA) Bukopin meningkat menjadi 47% kuartal I-2011 dibanding CASA tahun lalu sebesar 43%
“Pencapaian ini sejalan dengan target yang diberikan Perseroan untuk memaksimalkan sumber-sumber dana berbiaya rendah. Dengan naiknya perolehan DPK maka perolehan ini mendorong pendapatan bunga bersih Perseroan dan memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham,” tambah Glen.
Pada triwulan pertama 2011, total kredit Bank Bukopin menjadi Rp 26,31 triliun dibandingkan perolehan tahun 2010 sebesar Rp 25,52 triliun. Pencapaian positif ini ditopang oleh lonjakan Kredit Konsumer sebesar 35,5% yoy dan Komersial sebesar 58,72%
Peningkatan kinerja tersebut berdampak pada peningkatan posisi ekuitas yang tumbuh sebesar 50,17% dari Rp 2,63 triliun menjadi hampir Rp 3,95 triliun di triwulan I-2011. Hal ini juga mendorong rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan naik menjadi 16,73% di triwulan pertama ini.
(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads