Bank Tak Berbenah, Masyarakat Bisa Simpan Uang di Bawah Bantal Lagi

Bank Tak Berbenah, Masyarakat Bisa Simpan Uang di Bawah Bantal Lagi

- detikFinance
Senin, 02 Mei 2011 15:40 WIB
Jakarta - Industri perbankan harus 'berbenah' mendisiplinkan pegawainya secara intensif dan tegas menyusul maraknya berbagai kasus pembobolan akhir-akhir ini. Jika itu tak dilakukan, wajar jika kemudian kepercayaan masyarakat berkurang.

"Akhir-akhir ini kasus perbankan ramai. Bank Mega dan dana Elnusa, Malinda Dee, Danamon, BII itu banyak melibatkan orang dalam," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman.

"Maka perbankan sekarang harus membenahi karyawannya dari dalam karena kalau orang sudah lagi tidak percaya kepada bank maka orang akan simpan uang dibawah bantal lagi," imbuh Sutarman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah seminar nasional bertemakan 'Masih Perlukah Penggunaan Debt Collector?' di Hotel Nikko, Sudirman, Jakarta, Senin (2/5/2011).

Menurut Sutarman, kontrol internal soal karyawan harus ditingkatkan agar keluar masuknya uang, perilaku karyawan semua dapat terlihat dan terkendali. "Sehingga tidak terjadi penyimpangan," ungkapnya.

Dikatakan Sutarman kepercayaan masyarakat sangat penting bagi sebuah bank. Saat ini, lanjutnya, citra perbankan harus diperbaiki agar nasabah tetap merasa nyaman menabung di bank.

"Bank sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman uang mesti dapat membuat nasabah nyaman. Bank sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa," kata Dia.

Seperti diketahui, manajemen Elnusa mengaku kebobolan hingga Rp 111 miliar, yang diduga ada keterlibatan oknum Bank Mega. Pembobolan dana dilakukan oleh Direktur Keuangan Elnusa yang telah dipecat, Santun Nainggolan melalui pencairan deposito on call.

Namun, Mantan Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Itman Harry Basuki menolak disalahkan terkait bobolnya uang milik PT Elnusa Rp 111 miliar. Itman mengaku pencairan uang dilakukan sesuai prosedur.

Sebelumnya, juga ada kasus pembobolan dana nasabah Citibank oleh mantan Relationship Managernya, Malinda Dee. Juga beberapa kasus pembobolan di sejumlah bank yang disebabkan karena adanya oknum pegawai nakal.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads