Pengamat: BI Harus Naikkan Suku Bunga

Pengamat: BI Harus Naikkan Suku Bunga

- detikFinance
Selasa, 15 Jun 2004 13:37 WIB
Jakarta - Pengamat pasar modal Goei Siauw Hong mengatakan, Bank Indonesia (BI) seharusnya menaikan suku bunga SBI. Pasalnya suku bunga yang berlaku saat ini sudah tidakbisa dipertahankan lagi, akibat inflasi tahun berjalan (running inflation) yang jika dihitung periode satu tahun sudah mencapai 10 persen."Idealnya pemerintah harus menaikan suku bunga jika hal ini tidak dilakukan dikhawatirkan rupiah melemah terus dan investor akan meninggalkan rupiah," kataGoei Siauw Hong di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa,(15/6/2004).Menurut dia, jika The Fed menaikkan suku bunga, karena terkait inflasi, maka Indonesia juga seharusnya melakukan hal yang sama. "Kalau BI tidak bisa mengendalikan inflasi di bawah 10 persen menjadi 6 persen maka seharusnya BI menaikan suku bunga sekitar 14-15 persen," ujarnya.Goei menilai, Indonesia harus punya suku bunga rill sekitar 4-5 persen dengan inflasi 10 persen. Maka itu, pemerintah harus menaikan suku bunga menjadi 14-15persen. Hal ini lanjut Goei untuk mencegah dana lari ke luar.BI menurut Goei, mempunyai sedikit kekeliruan tentang konsepnya yang khawatir dengan spekulan rupiah. "Padahal bukan spekulan yang harus diperangi, justeruyang jadi masalah adalah fundamental Indonesia dan komitmen BI untuk memerangi inflasi," tambahnya.Dicontohkan ada perbedaan besar antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Ketika inflasi di AS tinggi namun mata uangnya tetap menguat. Sebaiknya diIndonesia, tingginya inflasi justru akan memperlemah mata uangnya.Perbedaan ini kata Goei, disebabkan adanya credibility gap. Dimana The Fed memiliki kredibilitas ketika inflasi tinggi yang langsung diperangi dengan menaikan suku bunga.Namun yang terjadi di Indonesia, ketika inflasi tinggi, BI sudah berteriak jangan menaikkan suku bunga dulu. Kondisi inilah kata Goei, yang membuat sinyalburuk bagi pasar. Akibatnya pelaku pasar menilai BI tidak mempunyai komitmen untuk memerangi inflasi. Seharusnya kata Goei, BI menyatakan tegas untuk memerangi inflasi karena itu memang sudah merupakan tugas BI. Sayangnya sikap "sungkan" banyak berperandalam keputusan menaikkan suku bunga, karena Gubernur BI sekarang mempunyai utang budi ke pemerintah. Dimana jika suku bunga dinaikkan maka akan berdampak negatif terhadap kinerja pemerintah. "Padahal jika BI menaikan suku bunga, maka hal ini merupakan test case untuk menguji independensi BI," ujarnya.Diakui, menaikkan suku bunga memang merupakan kebijakan yang tidak populer dan akan menyebabkan guncangan terhadap pasar modal. Namun kata Goei, kebijakan itu merupakan siklus yang normal dan hal itu juga untuk menguji independensi dan komitmen BI dalam menjaga inflasi. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads