Penyatuan Mata Uang ASEAN Masih 'Mimpi'

Penyatuan Mata Uang ASEAN Masih 'Mimpi'

- detikFinance
Kamis, 05 Mei 2011 16:20 WIB
Penyatuan Mata Uang ASEAN Masih Mimpi
Jakarta - Komunitas ASEAN yang dicita-citakan terbentuk di 2015 mendatang mungkin realistis. Namun, untuk diciptakannya mata uang tunggal di kawasan ASEAN, hal itu adalah angan-angan yang terlalu jauh.

"Soal mata uang tunggal saya pikir ini masih jauh buat ASEAN. Eropa saja memerlukan waktu hampir 60 tahun sebelum mereka ke euro. Dan euro pun seperti Inggris tidak ikut di euro," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Hal itu disamapaikan Mari saat menjelaskan tentang pertemuan The 1st ASEAN-UE Business Summit di area KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan konsekuensi dari mata uang tunggal itu kita harus mempunyai sentral bank, seperti European Central Bank dan seterusnya. Jadi ini masih jauh buat ASEAN," lanjut Mendag.

Menurut Mari, saat ini yang terpenting bagi negara-negara anggota ASEAN adalah adanya koordinasi dalam kebijakan makro ekonomi. Koordinasi itu penting untuk menghadapi krisis finansial maupun pemulihan perekonomian di kawasan Asia Tenggara.

"Kemudian juga financial cooperation, termasuk yang disebut Chiang Mai Initiative, bagaimana adanya sebuah pengaman untuk menjaga dan antisipasi kalau ada gejolak dari luar. Seperti (krisis eropa) tahun 2008, kita di sini tidak terjadi apa-apa, tapi ada penarikan dana dari luar," ucap Mari.

(irw/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads