Pertamina dan PLN Ingin Terbitkan Surat Utang

Pertamina dan PLN Ingin Terbitkan Surat Utang

- detikFinance
Selasa, 10 Mei 2011 13:17 WIB
Pertamina dan PLN Ingin Terbitkan Surat Utang
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) masih tertarik untuk menerbitkan obligasi dan sukuk untuk membiayai proyek pengembangan suplai listrik. Demikian pula Pertamina yang dalam waktu dekat akan merilis obligasi globalnya.

Direktur Keuangan PLN Setyo Anggoro mengungkapkan, PLN memproyeksikan pertumbuhan permintaan suplai listrik hingga 8,8% per tahun sehingga diperlukan pendanaan selain APBN.

"Kami terus mengumpulkan dana dari obligasi dan sukuk. Terutama obligasi global. Saat ini kami tengah mengkaji untuk menerbitkan obligasi global dan sukuk juga tahun ini," ujarnya saat ditemui disela seminar pasar modal syariah di Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya penerbitan sukuk dan obligasi global akan digunakan untuk memenuhi proyeksi pertumbuhan permintaan. "Selama sepuluh tahun kedepan proyeksi pertumbuhan permintaan sekitar 8.8% per tahun. Nah, kebutuhan penambahan kapasitas baru mendesak disebabkan seringnya terjadi pemadaman dalam beberapa tahun terakhir," paparnya.

Menurutnya diperlukan dana sekitar Rp 70 triliun untuk investasi kelistrikan. "Maka diperlukan pendanaan dari emisi obligasi," terangnya.

Selama 2010 PLN menerbitkan 2 obligasi yakni obligasi PLN XI dengan nilai Rp 2,7 triliun kemudian obligasi PLN XII Rp 2,5 triliun.

"Untuk sukuk PLN di 2010 telah menerbitkan sukuk ijarah PLN IV dengan nilai Rp 297 miliar dan sukuk ijarah PLN V Rp 500 miliar," terangnya.

Obligasi Global Pertamina

PT Pertamina (persero) akan segera menerbitkan obligasi global dalam denominasi dolar AS. Obligasi tanpa jaminan Pertamina tersebut mendapatkan peringkat ekspektasi 'BB+(EXP)' dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings.

"Peringkat final surat hutang ini akan bergantung pada diterimanya dokumen final yang mengkonfirmasikan informasi yang telah diterima sebelumnya," ujar Analis Utama Fitch, Arnon Musiker dalam siaran persnya, Selasa (10/5/2011).

Pemeringkatan ini sesuai dengan peringkat yang telah diberikan Fitch atas peringkat Jangka Panjang Mata Uang Asing Issuer Default Rating Pertamina di 'BB+' dengan Prospek Positif.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads