Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan, Agus Marto akan melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum IBI dalam kongres IBI.
"Kongres IBI besok akan menunjuk Ketua IBI baru untuk menggantikan Agus Martowardojo," jelas Sigit di sela Konferensi Pers IBEX 2011, JCC, Jakarta, Selasa (10/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengatakan soal pelaksanaan IBEX besok. Perbanas mengangkat tema 'Sumbangsing Perbankan Untuk Ekonomi Bangsa'. Tema ini diangkat karena citra perbankan belakangan sedikit rusak akibat maraknya pembobolan dana nasabah.
"Kita memberikan seperti sebuah laporan kepada masyarakat tentang apa yang dilakukan perbankan 10 tahun belakangan ini. Industri perbankan belakangan ini terganggu karena pemberitaan miring sehingga melupakan apa yang telah diraih selama 10 tahun belakangan," ujar Sigit.
Perbanas menggelar Indonesia Banking Expo 2011 selama 3 hari di Jakarta Convention Center (JCC) yang direncanakan akan dibuka secara resmi besok Rabu 11 Mei 2011 hingga 13 Mei 2011.
Sigit mengungkapkan, industri perbankan telah mengalami pasang surut sejak krisis 1998. Namun, saat ini perbankan menunjukkan prestasi yang bagus.
"Dilihat sampai akhir Desember 2010 industri perbankan itu Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 2.300 triliun, kredit Rp 1.800 triliun dan NPL cukup rendah 3,6%. Ini posisi terbaik dalam 3 tahun terakhir sejak Indonesia Merdeka," ungkapnya.
Dari sisi bunga kredit, lanjut Sigit, tercatat suku kredit bank saat ini merupakan yang paling rendah sejak Indonesia merdeka.
Sigit juga menambahkan dalam IBEX 2011 juga akan dibahas komitmen perbankan atau target perbankan kedepannya. "Komitmen perbankan untuk tahun depan berikutnya difokuskan kepada industri Tekstil dan Produk Teksil (TPT)," ujarnya.
Sigit menjelaskan, industri perbankan sekarang sangat minim modal perkreditan untuk sektor industri TPT, padahal tekstil merupakan penyumbang devisa terbesar.
"Saya mengakui kekurangan kekurangan dalam bank ke industri ini, maka kita mengangkat sektor tekstil, alas kaki. Karena selama ini bank ini diberitakan tidak mau membiayai ini," katanya.
(dru/dnl)











































