Naiknya Suku Bunga The Fed Berimbas ke Yield Penerbitan SUN
Rabu, 16 Jun 2004 15:24 WIB
Jakarta - Rencana kenaikan suku bunga The Fed dipastikan akan berimbas ke ekspektasi permintaan imbal hasil (yield) penerbitan Surat Utang Negara (SUN) yang akan lebih tinggi. Pasalnya pelaku pasar masih menahan dananya di tengah ketidakpastian berapa besar kenaikan suku bunga The Fed itu. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Rieno Agung Effendi di Jakarta, Rabu (16/6/2004)."Kalau penerbitannya dilakukan sebelum adanya pengumuman dari Greenspan maka rate premiumnya akan jauh lebih tinggi. Tapi penerbitannya tergantung dari cash flow kebutuhan pemerintah. Kalau bisa ditunda lebih baik ditunggu sampai ada kejelasan," kata Rieno.Disinggung pernyataan Kepala BAF Anggito Abimanyu yang menyebutkan pasar akan akomodatif terhadap permintaan yield jika BI dan Depkeu memiliki koordinasi yang baik, menurut Rieno, itu merupakan masalah abu-abu. "Apakah memang pasar menghendaki koordinasi, itu tidak bisa dijawab hitam putih. Itu wilayah abu-abu." katanya.Diakui dengan belum jelasnya berapa besar kenaikan suku bunga The Fed dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar. The Fed, kata dia, pernah menaikan suku bunga 300 basis poin pada 1994, yakni naik dari empat persen menjadi tujuh persen.
(nit/)











































