"PBI tentang produknya sudah ada, sekarang kami membuat aturan lebih pada prudentialnya. Jadi bagaimana menjalankan bisnis private banking lebih pada prinsip kehati-hatian," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad di sela acara IBEX 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
Menurut Muliaman dalam PBI baru nanti akan mengatur pengelolaan risiko dari produk wealth management serta penguatan internal kontrol khusus produk bagi nasabah kaya ini. "Jadi sebenarnya ini adalah prudential guideline bagi private banking,β tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini pembekuan sementara layanan private banking dinilai cukup baik.
"Kalau lihat ada permasalahan di wealth management kita selalu introspeksi bahwa ada permasalahan lalu dievaluasi internal control melalui SOP," kata Dia.
Di sisi lain, lanjut Zulkifli, bank-bank dapat melakukan introspeksi jika ada SOP yang kurang.
"Saya lihat positif saja dengan kejadian Citibank itu maka semua bank dikasih BI melakukan praktik wealth management sehat supaya tidak terjadi hal yang seperti itu (pembobolan)," terang Zulkifli.
Gubernur BI Darmin Nasution juga mengungkapkan sangat perlu untuk meningkatkan aturan main operasional lebih ketat dalam membendung kembali terulangnya kasus-kasus yang terjadi belakangan.
"Aturan-aturan kita mungkin selama ini fokusnya lebih banyak ke prudential kesehatan, ini masalah-masalah operasional kita mencoba mereview itu semua kembali baik aturan kita sendiri maupun SOP (standard operational procedure) di banknya," tutur Darmin.
(dru/dnl)











































