Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat bahwa untuk merampungkan migrasi kartu dari magnetic ke penggunaan teknologi chip ini memang memerlukan waktu yang lama.
"Bisa tiga tahun untuk mengubah keseluruhan kartu debet/ATM yang sebanyak tujuh juta kartu di BCA," ujarnya kepada wartawan d isela IBEX 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu kan mesin-mesin pendukung seperti ATM dan EDC harus bisa membaca dua jenis kartu juga, baik magnetic dan chip. Karena kan tidak bisa langsung semua beralih ke chip, jadi tentu masih ada yang menggunakan kartu magnetic," tambahnya.
Lebih jauh Jahja mengatakan untuk menggunakan teknologi kartu chip itu sendiri dibutuhkan dana sekitar US$ 2 per kartu, dan bisa lebih murah tergantung seberapa banyak pemesanannya.
"Kalau beli banyak bisa turun, harganya ke depan juga bisa lebih murah," ucapnya.
Sampai saat ini, sambung Jahja, jumlah kartu debit/ATM di BCA sekitar tujuh juta kartu, sementara untuk kartu kredit berjumlah 2,2 juta kartu.
"Dari jumlah transaksi menggunakan electronic channel sebesar delapan juta sampai sembilan juta transaksi per hari, itu 50% dari ATM," jelasnya.
(dru/dnl)










































