Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah dalam siaran pers, Kamis (12/5/2011).
"BI mewaspadai tekanan inflasi ke depan khususnya karena harga komoditas internasional yang meningkat, peningkatan permintaan domestik, serta kebijakan pemerintah terkait subsidi BBM," jelas Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat Dewan Gubernur BI hari ini juga membahas soal perkembangan ekonomi secara makro dan menyimpulkan perlunya menjaga stabilitas inflasi di dalam negeri dan stabilitas eksternal melalui neraca pembayaran.
"Dewan Gubernur memandang penguatan kebijakan makro prudential terhadap aliran modal asing masuk tetap penting untuk meminimalkan risiko pembalikan modal asing dan membantu agar pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia," tutur Difi.
(dnl/qom)











































