"Saya mengambil langkah ini tanpa prasangka pada masalah hukum yang diangkat sebelum Mahkamah Agung dan untuk mencegah gangguan yang tak semestinya di Grameen Bank," ujar Yunus dalam rilisnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/5/2011).
Yunus, 70 tahun, dicopot oleh Bank Sentral Bangladesh dari jabatannya sebagai pemimpin bank yang fokus pada kredit mikro tersebut pada 2 Maret karena dinilai melebihi usia pensiun 60 tahun. Tapi dia melawan perintah itu dengan mengajukan gugatan yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung pada 5 Mei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Bangladesh memiliki 25% saham di Grameen yang merintis konsep kredit usaha kecil ke kalangan orang miskin yang kemudian ditiru di seluruh dunia.
Pria yang dianggap sebagai perintis kredit mikro ini berharap pengunduran dirinya akan tidak akan menimbulkan kesulitan bagi kolega dan 8 juta nasabahnya serta pemilik bank.
Pemerintah Bangladesh kini sedang mempelajari sejumlah rekomendasi dari badan investigasi untuk secara radikal merestrukturisasi Grameen Bank dan perusahaan 'saudaranya', termasuk merombak jajaran dewan di Grameen Bank.
"Saya berharap Grameen Bank akan terus beroperasi untuk menjaga independensi dan karakter dan bergerak ke depan meski mendapatkan kesuksesan yang lebih besar," ujar Yunus.
(qom/qom)











































