Tak Ada Lelang SUN, Pembiayaan Defisit Tak Bertambah
Kamis, 17 Jun 2004 14:12 WIB
Jakarta - Kepala Badan Analisa Fiskal Departemen Keuangan (Depkeu), Anggito Abimanyu, menyebutkan ketersediaan dana untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004 hingga kini masih sesuai rencana. Dengan demikian, tidak adanya lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Juni ini tidak akan menambah kebutuhan pembiayaan defisit APBN.Hal itu dikemukakan Anggito dalam keterangan persnya di gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2004). Pada kesempatan tersebut, Anggito didampingi Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Depkeu Maurin Sitorus.Dijelaskan Anggito, dalam APBN 2004 pemerintah berencana menerbitkan SUN sebesar Rp 32,5 triliun, dimana hingga Mei 2004 pemerintah telah menerbitkan obligasi, baik internasional maupun dalam negeri, sebesar Rp 16,3 triliun. Dengan demikian, saat ini masih ada sisa penerbitan obligasi sekitar Rp 16 triliun. Ia menambahkan, pemerintah saat ini memandang penerbitan SUN belum merupakan kebutuhan mendesak, karena pemerintah masih memiliki cadangan pembiayaan sekitar Rp 9 triliun. Cadangan itu berasal dari kelebihan setoran Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sekitar Rp 5,4 triliun dan sisa cadangan lain sebesar Rp 3,6 triliun, yang penggunaannya masih perlu dikonsultasikan dengan DPR.Sebelumnya, Maurin menjelaskan pemerintah memutuskan tidak mengadakan lelang SUN bulan ini, yang biasanya diselenggarakan setiap bulan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan ketersediaan pembiayaan APBN 2004.Dikatakan Maurin, kondisi pasar keuangan saat ini masih menunggu kepastian mengenai hasil dari beberapa peristiwa ekonomi dan politik antara lain penetapan tingkat suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden 5 Juli mendatang.
(ani/)











































